10 Cara Membangun Hubungan Baik Dengan Teman Kerja

Written by Futai on February 19, 2021 in Tips bagi pengusaha untuk bisnis di tengah pandemi with no comments.

Untuk membangun hubungan baik, bukan berarti Anda harus menjadi pribadi yang selalu menyenangkan semua orang. Hubungan baik yang sehat adalah hubungan yang memiliki rasa saling percaya, saling menghormati, tanggung jawab, dan terbuka akan perbedaan di dalamnya. Rasa saling percaya akan menjadikan Anda pribadi yang jujur dengan pikiran dan perkataan Anda, Anda tidak perlu sibuk mengawasi orang-orang yang ingin menusuk Anda dari belakang.

Atau, bila Anda mendapat undangan untuk menjadi pembicara, jangan lupa untuk mengundang mantan atasan. Adalah hal yang umum dan wajar untuk mengucapkan “Selamat Tahun Baru” beserta harapan baik kepada siapa pun. Bayangkan Anda menjadi orang yang menerima kartu ucapan, bukankah Anda akan berpikir, hal itu artinya Anda ada di dalam pikiran seseorang? Akan ada rasa Situs Bola Online diingat dan rasa seseorang ingin menjaga hubungannya dengan Anda. Mereka mengenal Anda dalam segi cara kerja, latar belakang, sektor kerja, daftar klien, dan lainnya. Mereka pula yang harus dimintai tolong ketika perusahaan baru yang Anda incar meminta rekomendasi kerja atau konfirmasi bahwa Anda pernah mengerjakan tugas-tugas penting yang tercantum di CV.

Bila Anda memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, jangan malu untuk berdiskusi dengan psikolog atau psikiater. Saat sedang dalam perdebatan atau diskusi, Anda akan cenderung mempertahankan pendapat yang dimiliki karena merasa bahwa pemikiran tersebutlah yang benar. Namun, Anda juga harus paham bahwa tidak semua orang memiliki perspektif yang sama. Selalu hargai tiap perkataan, pemikiran, perasaan, maupun masukan dari orang lain, karena semua orang memiliki perspektifnya masing-masing. Jangan hanya menuntut agar pendapat Anda dihargai, tetapi hargailah juga pendapat orang lain. Berkomunikasi dengan baik akan sangat membantu Anda untuk bisa saling memahami satu sama lainnya, menghindari kesalahpahaman, dan tentunya membuat orang lain senang bercakap-cakap dengan Anda.

Cara membina hubungan dengan rekan kerja

Sukses atau tidaknya konser tersebut membutuhkan kerja keras dari semua orang yang ada di dalamnya dan sudah pasti didalamnya dituntut hubungan yang harmonis. Kamu memang bersaing, tapi bukan berarti tidak menghargai perbedaan dan cara pandang. Apalagi saat sedang berdiskusi untuk mendapatkan solusi terbaik, menjadi pendengar yang baik dan menghormati perbedaan lalu membahasnya lebih lanjut. Daripada kamu cemas melihat keunggulan rekan kerja lain di kantor, alangkah baiknya kamu fokus melatih bakat dan keterampilan. Curahkan energi untuk meminimalisir kekurangan dan menonjolkan kelebihan kamu.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan, misalnya pergi tidur di waktu yang sama. Sebelum tidur, kamu dan pasangan bisa melakukanpillow talkuntuk mempererat hubungan. Setiap laporan dari anggota tim perlu ditampung dengan baik dan pecahkan setiap masalah tersebut dengan melakukan case research secara bersama-sama. Pekerjaan yang bagus seringkali tidak semata-mata hanya berasal dari kemampuanmu sendiri, namun juga karena adanya dukungan dan peran rekan kerja yang saling melengkapi. Buatlah perjanjian atau komitmen dengan pasangan agar hubungan tak menjadi biang permasalahan di tempat kerja. Meskipun Anda merupakan seorang pengusaha yang sukses misalnya, Anda sebaiknya tetap menjadi seorang yang rendah hati.

Dengan hubungan yang baik tersebut PR dapat memperoleh enter dari pers sehingga dapat selalu mengikuti perkembangan terakhir. Mantan rekan kerja, mantan atasan, dan klien yang pernah diajak bekerjasama adalah aset penting dalam jaringan kerja. Tak ada salahnya untuk menjaga hubungan tetap akrab dan hangat dengan mantan rekan kerja dan mantan atasan. Secara sederhana, hubungan emosional di lingkungan kerja dapat digambarkan sebagai hubungan yang terbentuk ketika perusahaan memandang karyawan bukan semata-mata sebagai tenaga kerja. Artinya, mereka tak hanya diharapkan dapat menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perjanjian kerja, tapi juga berhak untuk diperlakukan secara manusiawi dengan mempertimbangkan perasaan.

Comments are closed.